Selasa, 16 Desember 2014

Mencintai Almamater

Mahasiswa merupakan entitas tertinggi dari masyarakat yang dianggap paling tinggi intelektualitasnya yang karena sifatnya yang sehari – harinya up to date tentang informasi dunia yang berguna bagi pribadi dan umum. Bagian dari intelektualitas mahasiswa ini adalah keinginan dan motivasi besar untuk terus meningkatkan kapasitas melalui aktualisasi diri dalam organisasi mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang belajar disuatu lembaga besar yang merupakan almamater perguruan tinggi sudah sewajarnya kita memiliki rasa bangga terhadap almamater terbaik pada umumnya mahasiswa. Sebagai mana almamater adalah tempat kita belajar untuk menjadi dan dijadikan calon – calon pemimpin bangsa, penerus bangsa yang senantiasa mewujudkan dan selalu menciptakan pergerakan – pergerakan sesuai argument kita sebagai mahasiswa aktif yang kritis.

Perjuangan kawan- kawan mahasiswa untuk selalu berinovasi untuk  berpikir kritis dalam membuat perubahan-perubahan dan pergerakan kondisi bangsa juga kemajuan kreatifitas dalam aktualisasi organisasi mahasiswa yang merupakan suatu revitalisasi peran mahasiswa yang memang merupakan hal pokok penting dari aktivis mahasiswa. Tentu semua itu terdorong dari sebuah jiwa peduli akan masa depan bangsa dan pergerakan bangsa yang harus sesuai dengan jalan kaidah mahasiswa. Semua pergerakan itu bisa terbentuk dari adanya rasa besar mahasiswa terhadap jati diri mahasiswa dan kecintaannya terhadap almamater sendiri. Rasa cinta dari jiwa mahasiswa untuk almamater bisa dikaakan secara langsung maupun tidak langsung. Begitu banyak mahasiswa yang tidak menyadari hal tersebut. Secara tidak langsung mereka yang merupakan mahasiswa dengan segudang prestasi secara tidak langsung sudah memberi kontribusi nyata terhadap almamaternya. Selain itu, perasaan bangga dapat muncul dari sebuah kata cinta, cinta kepada almamater dimana almamater adalah tempat belajar, tumbuh, dan berkembang menjadi insan yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. “Karena cinta, rela melakukan apa saja”, mungkin kalimat tersebut sangatlah relevan sebagai sebuah  kiasan tentang makna dari alasan sebuah pengorbanan dan kontrbusi.  Rasa cintalah yang mampu membuat semangat untuk berkorban dan melakukan hal apapun demi yang dicintainya. Rasa cintalah juga yang dapat menimbul perasaan memiliki terhadap hal yang dicintainya. 

0 komentar:

Posting Komentar